Aplikasi Khusus Untuk Sewa Aset Daerah Mojokerto, Cara Cerdik Gus Barra Tingkatkan PAD Mojokerto, Emang Bisa Gus?
Aplikasi Khusus Untuk Sewa Aset Daerah Mojokerto, Cara Cerdik Gus Barra Tingkatkan PAD Mojokerto, Emang Bisa Gus?
Mojokerto, 21/03/2026
Aplikasi khusus untuk menyewa aset daerah diluncurkan oleh Pemkab Mojokerto.
Aplikasi dengan nama amawabumi ini memuat sejumlah aset yang dimiliki daerah yang siap dialih-sewakan bagi yang berminat. Alamat lengkap nya ada di . : http://amawabumi.mojokertokab.go.id
Dengan aplikasi ini, para penguasaha yang mencari lahan lokasi untuk usaha tidak akan kesulitan lagi. Tinggal klik, lokasi sudah keluar. Tak lagi ada kucing kucingan sembunyi aset, semua terbuka dan transparan.
Aplikasi Amawabumi ini juga dilengkapi dengan video lokasi dan letak aset yang ditawarkan untuk disewa. Lengkap dengan analisis ekonomi dan pertimbangan posisi strategis aset yang ditawarkan.
Informatika Newsline mencoba menelusuri tanah aset yang akan disewa di Desa Pacing Kecamatan Bangsal, seluas 900 meter persegi..
Amawabumi ini juga terkoneksi ke aplikasi kinasih yang memberikan informasi umum soal investasi di Kabupaten Mojokerto. Sebuah dokumen umum terkait profil dan potensi investasi bisa ditemukan pada aplikasi Kinasih ini.
Setelah mendapatkan informasi tentang kondisi lahan yang akan disewa, para calon investor tinggal klik menghubungi kontak yang disiapkan dari Badan Pengelola Aset Daerah untuk melakukan transaksi sewa, sebagaimana yang disampaikan oleh Gus Bupati Mojokerto, Gus Barra.
Cukup bagus dan lengkap informasi yang diberikan. Akan tetapi masih kurang analisis ekonomi yang bisa menarik lebih banyak investasi yang akan masuk.
Informasi yang perlu ditambahkan misalnya adalah simulasi dari investasi yang ditawarkan. Dengan mencantumkan harga sewa tanah secara terbuka dan juga gambaran simulasi keuangan dalam mengelola tanah, aplikasi ini akan memberikan perspektif yang lebih bagus untuk para investor yang tertarik menyewa tanah yang bersangkutan.
Itu adalah analisis tambahan pertama yang sebaiknya ditambahkan di aplikasi,
Analisis yang kedua adalah kecepatan respons penyelenggara negara dalam melayani permintaan informasi atau kontrak sewa secara on line. Aplikasi yang sudah berjalan full on line 24 jam ini, apakah akan berjalan hanya sebagai etalase informasi semata, ataukah layanan publik interaktif yang langsung berorientasi kebutuhan publik.
Selama ini publik juga sudah tahu, betapa leletnya respon penyelenggara negara terhadap input publik yang masuk dalam aplikasi layanan. Informatika Newsline mencoba menelusuri kecepatan respons dari aplikasi layanan amawabumi ini.
Kita lihat Gus Barra, apakah respons para penyelenggara negara bisa mengimbangi informasi sistem yang sudah terbuka selama 24 jam ini.
Yakin dengan aplikasi ini, bisa membuat PAD Kabupaten Mojokerto bisa naik? Kalau aparatur pelayanan publik nya lelet gimana Gus? Kita lihat bersama-sama beberapa hari ke depan, apakah aparatur pelayan publik nya Gus Barra bisa mengejar ide dan niat Pak Bupati dalam mengejar kenaikan PAD dari pengelolaan aset daerah ini. Jangan-jangan hanya konsep di atas kertas saja Pak Bupati? Realisasi nya? Ya tunggu nanti saja... Itu mah kumaha aing wae, kata orang Jawa Barat....(MIG)





Komentar
Posting Komentar