Allah Yang Akan Menghancurkan Riba

 Allah Yang Akan Menghancurkan Riba


Oleh : KH. Al Sharif Al Huseiny




Riba yang dilarang malah dilakukan, saat ini, malah menjadi gaya hidup. Bermewah mewah dan bahkan menempuh Jalan hidup dengan riba. Padahal riba adalah dosa yang sangat berat. 

Rasulullah SAW bersabda bahwa satu dirham riba yang dimakan seseorang dengan sadar dosanya lebih berat daripada 36 kali berzina.

Bahkan Diumpamakan dosa paling ringan riba adalah seperti seseorang yang berzina dengan ibu kandungnya sendiri.

Pelaku riba diancam akan dibangkitkan dari kubur dalam keadaan seperti orang gila yang kerasukan setan.

Berdasarkan hadits riwayat Muslim, Rasulullah melaknat para pemakan riba, yang memberi makan, penulis, dan dua saksi transaksi riba, serta menyatakan bahwa dosa mereka adalah sama.

Para pelaku riba diancam akan diperangi langsung oleh Allah SWT dan Rasul-Nya, sebagaimana tercantum dalam Surah Al-Baqarah ayat 279.

Pelaku riba akan dibangkitkan pada hari kiamat dalam keadaan seperti orang gila (kesurupan) karena perut yang sangat besar. 

Sedemikian beratnya riba, akan tetapi bahkan sistemnya saat ini sudah masuk merasuk ke nadi kehidupan masyarakat. 

Lucunya bahkan BAZNAS yang dibentuk dan disusun berdasarkan Undang-Undang  tak memberikan solusi apapun soal riba, bahkan cenderung mengabaikan. Tak pernah ada upaya serius dan sungguh sungguh untuk ikut berperang bersama Allah memerangi riba. 

Allah mengancam memerangi riba sementara bahkan BAZNAS yang dibentuk berdasarkan Undang Undang malah tak pernah faham bagaimana merealisasikan perang lawan riba ini. Belakangan malah di support oleh konsep sentralisasi Kurban untuk mengeruk dana 62 Trilyun yang dikandung oleh Kurban. 

Tapi lupakanlah berbagai tipu daya dunia yang menjijikkan itu. Marilah kita lebih konsentrasi lagi untuk Menghancurkan riba. Tak bisa bersama BAZNAS atau dengan yang lain tak apa-apa cukup dengan Allah saja. 





Fahami prinsip penghancuran Riba oleh Allah

Yang pertama Allah dalam Al Qur'an memisahkan dan membedakan antara baia dan riba. Allah menghalalkan baia dan mengharamkan riba. 

Ayat ini adalah kunci untuk menghajar balik riba. 

Secara prinsip yang harus difahami adalah kita sendiri tak akan mampu mengalahkan riba. Kecuali kita yang menjadi bandar riba itu sendiri. 

Kalau kita bandarnya, maka lepaskanlah riba pada orang lain. Dan biarkan lah sisa ribanya sebagai sedekah, maafkanlah dan ambil pokok uangnya saja. Akan tetapi bagaimana jika posisi kita adalah sebagai Korban dari riba?. 

Tidak mudah lepas dari riba, apalagi jika tak ada instrument pendukung yang dibuat oleh negara untuk membantu. Lembaga omon omon seperti BAZNAS juga tidak mampu membantu kalau tidak boleh dibilang tidak berguna dan tidak bermanfaat dalam membantu melepaskan riba. 

Lupakanlah itu. Mari kita konsentrasi pada pemecahan yang diberikan oleh Allah dalam Al Qur'an. 

Baia adalah Salah satu solusinya. Mari kita lihat makna baia. 


Baia diterjemahkan sebagai jual beli. 



Dalam konkordansi Al Qur'an dibongkar kata baia ini di dalam Al Qur'an (lihat konkordansi Al Qur'an di Qur'an Kudusiah) 


Kata baia ini sebenarnya berisi petunjuk pentimg dalam menghadapi tipu daya dan daya fatamorgana yang ilutif dari riba. 












Komentar

Postingan populer dari blog ini

Equestrian Ramadhan Cup 2026 Di Arena Berkuda Yussar Stable

Saat Rasulullah Memberikan Analisis Pada Doa Nabi Luth