Selamat Ulang Tahun Cahaya

 

Selamat Ulang Tahun Cahaya





Sidoarjo, 20/05/2026
Alun alun Sidoarjo panas sekali hari ini (20/05). Aplikasi Trans Jatim menunjukkan jarak bus dari halte alun-alun masih cukup jauh. Tiba-tiba cuaca sangat panas itu berubah menjadi padam. Sebuah susunan awan di langit menutupi sinar matahari. Dan alun alun Sidoarjo yang seperti neraka itu berubah menjadi sejuk.

Jam segini mengejar balap motor IMI, di exit Tol HK, di sisi tanggul bencana besar lumpur Lapindo. Masih cukup waktu. Balap motor anak-anak muda ini sampai jam 17 an hari ini. 

Lokasi balapan ada di sisi tanggul bencanaLapindo. Bencana yang merampok puluhan Trilyun rupiah uang APBN selama bertahun-tahun. 

Si pembuat onar bencana Lapindo, pernah datang di tengah malam yang gelap.

"Saya akan menghancurkan seluruh kejahatan dan kemaksiatan manusia, sehancur hancurnya... " Kata pembuat onar Lapindo yang mengerikan.

"Tapi Saya akan bermohon ampunan dari Tuhan bersama para pendosa Dan yang berbuat kesalahan. Berharap Tuhan memaafkan kesalahan kesalahan kami. " Jawab ku kepada Lapindo yang mengerikan.

"Saya tidak perduli.. Saya hanya ingin menghancurkan manusia manusia yang durjana.. "

"Saya juga tetap akan bersama mereka mendampingi taubat Saya Dan mereka dan selalu berharap Tuhan memaafkan semua kesalahan. "





Si pembuat onar Lapindo yang mengerikan tak perduli dengan argument yang kuajukan. Dia tetap murka. Tapi Tuhan ku adalah Tuhan Yang Maha Memaafkan dan Maha Penerima Taubat.

Yang aku herankan, bahkan jaksa Tipikor di Sidoarjo pun tak pernah menyeret si pembuat onar ini ke pengadilan Tipikor. Sukanya hanya menangkap para pemain kecil Dan Abal Abal. Pemain utama sepeeti Lapindo si pembuat onar ini tak berani dia tangkap. 

Berapa ribu orang yang telah dihancurkan oleh si pembuat onar Lapindo yang kuat perkasa dan mengerikan itu.

Jaksa Tipikor sehatusnya menangkap si pembuat onar, atau Pak Kapolres Sidoarjo, Pak Kristian Tobing yang ganteng, atau bahkan KPK yang sekarang berkeliaran di sekitar Sidoarjo. Tak satupun dari mereka yang bergerak menangkap. 

Jelas jelas dia membuat kerugian besar pada negara, menyengsarakan rakyat. 

Rumah si pembuat onar juga sudah jelas alamatnya, kelihatan di tengah semburan Lumpur Lapindo Sidoarjo. 

Tapi menangkap yang identitasnya tidak jelas, seoerti ini tidak lah mudah. Licin, kuat dan memiliki dimensi yang jauh lebih kompleks seoerti ini, tidak lah mudah, atau bahkan mungkin mustahil. Seoerti ketika Ki Ageng Sela menangkap petir.



 

Perlu memanggil Ki Ageng Sela? Kan sudah meninggal. 

Di sisi Utara alun alun ada Baliho besar. Pasti untuk Upacara Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei pagi tadi. Oh ya tadi pagi Upacara dipimpin Bu Mimik Mak-e wong Sidoarjo. 

Aku lupa, Ulang Tahun adikku tersayang pas tanggal 20 Hari ini juga. Ibu melahirkan dia pas tanggal 20 puluhan tahun yang lalu, pada waktu Pegawai Pemerintah Dan anak anak sekolah melaksanakan upacara memperingati Hari Kebangkitan Nasional. 

Sekarang di relasi waktu yang sama Presiden Prabowo mewajibkan semua menyanyikan lagu Indonesia Raya. 

Berbeda denganku, waktunya saat sihir dan santet sudah djambang berkurang kekuatannya.

Jangan tidur sebelum jam 11 malam, ojo turu sore sore. Beberapa Tahun yang lalu seorang yang sangat menyilaukan cahaya nya entah apa maksudnya bercerita sepeeti itu.

Di ujung Selatan Jawa Timur adik ku tinggal beberapa tahun ini. Mencoba menemukan makna sejati nya kehidupan di antara batas Jawa Timur dan Jawa Tengah. 

Tiba-tiba nama petugas tiket Trans Jatim yang membawaku ke lokasi balap hari ini membuatku terkesiap. Selamat Ulang tahun Cahaya. 


MIG















Komentar

Postingan populer dari blog ini

Equestrian Ramadhan Cup 2026 Di Arena Berkuda Yussar Stable

Saat Rasulullah Memberikan Analisis Pada Doa Nabi Luth